Orientasi

Invisible Adventure
2 min readApr 27, 2021

--

Istrinya Imran, Hanah, mendefinisikan statement dalam mengasuh anaknya, menjadi anak yang secara bebas beribadah pada Allah, taat padaNya, tidak dibatas-batasi.

Mengarahkan anak mau kemana, menjadi apa, utamanya itu sih. Baru nanti selanjutnya diaplikasikan ketika memilih sekolah.

Menyiapkan anak untuk taat pada Allah itu lebih abadi daripada menyiapkan anak untuk optimal pada hal lain, ya itu lebih abadi.

Mengembalikan pengendalian dan pengawasan anak kepada Allah, karena waktu kita terbatas.

Ternyata Hanah melahirkan anak perempuan, padahal inginnya laki-laki. Allah lebih tahu, dan laki-laki itu berbeda dengan perempuan. Kata Allah gitu. Allah maha tau tentang anak-anak kita. Kita perlu memperkuat keyakinan kita atas apa yang dijaminkan kepada kita oleh Allah. Sedangkan untuk nilai, akhlak, keimanan, ketauhidan, ketaatan itu adalah hal yang perlu kita upayakan.

Kebahagiaan yang dimiliki orang tua adalah dia mengajarkan agama, mengajarkan ibadah kepada anaknya.

Atas itikad baik Hanah itu, maka Allah mengabulkan seluruh keinginan dari Hanah dan Imran dengan penerimaan yang baik. Karena orientasi mereka dalam mendidik anak itu baik. Menjadikan anaknya shalih dan berdaya. anak anak yang shalih tapi juga punya kemampuan yang memperkuat agamanya, maka Allah akan menerima dengan penerimaan yang baik, dan Allah akan menjamin semua untuk anaknya dan orang tua dimuliakan, karena anak itu dididik dengan ketaatan, ketauhidan kepada Allah. Maka anak itu akan dididik, ditumbuhkan, dikembangkan oleh Allah. Allah yang cukupkan, Allah yang buka jalan, Allah yang penuhi semuanya.

Guru yang efektif : punya kualifikasi yg baik untuk mengajar (tokoh)
Sekolah yang efektif : punya kultur dan budaya yang baik di sekolah itu (lingkungan)

1-guru efektif, sekolah efektif
2-guru efektif, sekolah ga efektif
Kesimpulan : guru itu penting untuk dilihat kompetensinya. Punya integritas. Coba lihat motifnya apa untuk mengajar anak-anak, ini ranah ketulusan dan keikhlasan. Integritas : ketulusan, shalih, menshalihkan.

Coba bayangin ada guru tk yg pc bapak ibu anak muridnya buat ngingetin bangun tahajud, biar doain anaknya di tahajud, karena tugas kita hanya berusaha mendidik tetapi pendidikan sepenuhnya ada pada Allah.
eh.. tulus bgt. Bener-bener pendidik peradaban. Mereka menyiapkan pribadi yang akan membentuk peradaban. Sepenuh hati, bukan sepenuh gaji.

Punya kapasitas, kemampuan guru untuk dekat dengan muridnya, qoribin. Menjadi magnet, memiliki daya rengkuh, daya rangkul.

:”)
Udah dijamin kok sama Allah, Allah yg kasih jalan. Yakin aja udah.

--

--

Invisible Adventure
Invisible Adventure

Written by Invisible Adventure

0 Followers

read more, know more

No responses yet