Perempuan Tanah Kelahiran

Invisible Adventure
2 min readJan 15, 2021

--

Aku sudah sembuh. Benar, aku sudah sembuh. Hari ini saja aku bisa menulis tentang ini, pukulan telak yang membuatku jatuh kemarin. Luar biasa bukan?

Perempuan-tanah-kelahiran-mu, apa kabar dia? aku ingin sekali mengenal sosoknya yang hangat. Ah iya, mengapa aku lupa? Kami pernah bertemu, masih ingat tidak ya?

Aku masih ingat, bagaimana air wajahmu ketika mataku menangkapmu dengan sangat membahagiakan, se-bahagia pertemuan dua pasang mata yang terharu dalam acara selebrasi. Ah ya, aku senang sekali menemukanmu saat itu, di antara lautan manusia yang berdesak-desakan mengelilingi kampus biru itu.

Aku masih ingat, perjalanan mengejar waktu yang kulakukan saat itu. Berharap agar aku masih sempat bertemu dan mengucapkan selamat. Tapi saat itu bahkan, ketika aku senang menemukanmu, matamu justru seakan kaget dan gugup. Aku tidak mengerti. Aku tidak paham, sampai akhirnya mataku menatap sosok anggun berbaju biru dongker dengan kerudung warna senada, yang tengah melihatmu. Ah ya, itu dia alasannya.

Kenapa tidak sekalian dikenalkan padaku? Bukankah dia orangnya?

Dia menjadi sosok dalam layar belakang gawaimu.
Dia menjadi sosok yang kau pilih untuk mendengarkanmu ketika dirimu dalam titik terendah kala itu.
Ah ya, dia adalah alasanmu memesan hadiah itu bukan? Wah.. beruntung sekali
Juga dia.. Dia yang mengisi kenangan dan hari-harimu dalam episode hidupmu sebelumnya. Kenangan yang, tidak ada yang bisa menggantikannya.

Gadis dari kampung kelahiranmu itu, menarik ya?
Sampai-sampai aku melihat ketulusan dimatamu mengalir untuknya
Sampai-sampai aku merasa dirimu mencintai dengan sepenuh hati untuknya
Sampai-sampai aku melihatmu kuat menjaga itu semua

Pasti dia sangat mengenalimu, ya?
Mungkin dia juga tahu isi pikiranmu sebelum kamu mengatakannya
Atau berbagai perangaimu yang sulit ditebak itu
Dan sepertinya kalian sudah terikat sejak lama

Ah, aku jadi merasa terlalu percaya diri jika kukatakan aku mengenalmu
Sepertinya kenyataannya tidak
Sepertinya kenyataannya adalah aku merasa mengenalmu
Tidak apa, tidak masalah

Setidaknya aku melihat dirimu menceritakan banyak hal padanya
Menuangkan isi pikiranmu
Melepaskan asa dan peluh di hatimu
Merasa bebas dan lapang dengannya

Waw, aku jarang sekali melihatmu seperti itu
Dan ketika ada sosok yang mampu membuatmu seperti itu, aku rasa dia memang orang yang kamu pilih
Dan dia orang yang beruntung,
Untuk berkesempatan menjadi pilihanmu.

Selamatttt,

Selamat tinggal. Aku senang mengenalimu, dalam posisi apapun itu. Aku senang ada yang mampu mengerti diriku begitu dalam. Dan hanya itu yang tersisa. Hanya itu saja.

Terimakasih untuk kesempatan mengenalmu, menjadi hadiah terindah dalam salah satu episode hidupku.

Aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.

-Tere Liye, dalam novel Tentang Kamu-

Semua akan berlalu. Semua akan berlalu.
Jika nanti berkesempatan, semoga aku bisa datang. Semoga bekalku cukup, untuk menghadiri hari bahagiamu. Ah, masa aku tidak datang? Aku merasa sudah menjadi adikmu sejak lama. Sepertinya aku harus mengusahakan datang.

--

--

Invisible Adventure
Invisible Adventure

Written by Invisible Adventure

0 Followers

read more, know more

No responses yet